Konversi Otomatis Tanggal Masehi ke Tanggal Aboge.
Kalender Aboge, singkatan dari Alif Rebo Wage, adalah sistem penanggalan tradisional yang menggabungkan unsur budaya Jawa dan Islam. Sistem ini diciptakan oleh Sultan Agung (Sultan Mataram Islam ke-3) pada abad ke-17 sebagai upaya menyatukan kalender Gregorian dan Hijriah, munculnya sistem ini mencerminkan kecerdasan dan kearifan lokal pada masa itu. Saat ini, di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, sistem penanggalan ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Pertanian Tembakau, sebagai mata pencaharian utama Desa Legoksari, erat kaitannya dengan sistem penanggalan Aboge ini.
Temukan hari baik untuk kegiatan pertanian dan ritual adat dengan konversi otomatis dari tanggal Masehi ke kalender Aboge.
Mengapa? Lima hari tersebut merupakan bagian dari Dino Pandengan Limo sehingga lebih baik dihindari untuk dipilih sebagai Hari Perayaan (syukuran, pernikahan) maupun Hari Miwiti/Lekasan ("Memulai", baik memulai ritual pertanian, membangun rumah, atau membuat sesuatu).
Kalender Aboge menjadi pedoman penting bagi petani Tembakau di Legoksari, Temanggung. Setiap tahap bercocok tanam, mulai dari Lekas Macul, Lekas Tandur, hingga Lekas Amek dilakukan sesuai hitungan hari baik untuk menghormati alam dan memohon berkah hasil panen.
Hari Baik untuk ritual pertanian bisa didapat dengan menghindari Dino Pandengan Limo dan Hari Na'as (weton hari meninggalnya orang tua), serta menyesuaikan ritual yang akan dilakukan dengan siklus Paringkelan yang sedang berlangsung.
Paringkelan artinya "Kesialan", siklus ini bermakna "Hari Sial" atau hari "terlena"nya untuk suatu makhluk hidup. Siklus Paringkelan dapat menjadi panduan ketika ingin melakukan suatu kegiatan.
Tabel Neptu dan Hari Pasaran ini bisa menjadi panduan untuk kegiatan ritual pertanian Lekas Amek.
| Hari | Neptu | Pasaran | Neptu |
|---|---|---|---|
| Minggu | 5 | Legi | 5 |
| Senin | 4 | Pahing | 9 |
| Selasa | 3 | Pon | 7 |
| Rabu | 7 | Wage | 4 |
| Kamis | 8 | Kliwon | 8 |
| Jumat | 6 | ||
| Sabtu | 9 |
Contoh: Minggu Legi = 5 + 5 = 10 (direkomendasikan hanya mengambil 10 lembar sebagai daun tembakau pertama yang dipetik di hari itu.)